Wa/Hp: 085104960994 | 085738728337. Call: 081933005114 info@auto2000denpasar.com
Ini Cara Yang Aman Ketika Harus Meninggalkan Mobil Dalam Waktu Lama

Ini Cara Yang Aman Ketika Harus Meninggalkan Mobil Dalam Waktu Lama

Ketika Anda akan berlibur atau tugas keluar kota dalam waktu yang lama, mobil juga harus dipastikan agar tidak ada masalah ketika lama ditinggal

Anda pasti pernah mengalami harus meninggalkan mobil dalam waktu yang cukup lama, entah itu karena Anda akan pergi liburan bersama keluarga atau tugas luar kota.

Nah, pernahkah terpikir oleh Anda bagaimana cara yang aman meninggalkan mobil Anda di carport atau garasi rumah?

Soal rem tangan atau handbrake, apakah lebih baik difungsikan atau netral saja ketika mobil akan lama tidak dipakai?

“Jika mobil ditinggal dalam waktu sebentar, handbrake sebaiknya difungsikan untuk amannya. Namun kalau ditinggal dalam waktu yang lama lebih baik tidak difungsikan,” ujar Sartono, Technical Leader Auto2000 Bintaro.

Jika mobil Anda bertransmisi otomatis, maka posisikan transmisi di P (Park).

“Di posisi P mobil tidak bisa bergerak maju ataupun mundur, jadi sudah pasti aman,” jelas Sartono.

Kalau mobil Anda bertransmisi manual, posisikan transmisi di netral dan fungsikan handbrakenya.

Namun sebelum handbrake akan difungsikan, pastikan mobil tidak habis dicuci atau baru melewati banjir.

“Kalau rem belakang mobilnya masih menggunakan teromol, karena bisa berakibat kampas rem menempel kuat ke bagian dalam teromol yang membuat mobil diam,” ujarnya.

Jika sudah seperti ini, ketika Anda akan menggunakan mobil lagi maka kampas rem dipastikan akan lengket dan bisa lepas pada saat mobil dipaksa jalan.

Cara paling aman adalah mengganjal ban mobil Anda menggunakan balok kayu atau ganjal khusus yang dijual di supermarket khusus peralatan atau bisa beli online.

Selain itu harus diperhatikan juga apakah carport atau garasi rumah Anda posisinya rata atau tidak, jangan sampai mobil Anda malah meluncur keluar saat diganjal.

 

Sumber

Avanza Terbaru 2019 |  Toyota Jaga Pasokan Avanza di Angka 6.000 Unit

Avanza Terbaru 2019 | Toyota Jaga Pasokan Avanza di Angka 6.000 Unit

 

Toyota Avanza masih menjadi produk populer di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2018). Model yang menempati area utama booth Toyota ini cukup ramai diserbu pengunjung. Pamornya tak kalah meski digempur kompetitor hebat, seperti Mitsubishi Xpander dan Suzuki Ertiga.

PT Toyota Astra Motor memastikan akan menjaga penjualan ke dealer kendaraan serbaguna atau multi-purpose vehicle (MPV) Avanza tetap berada pada 6.000-7.000 unit per bulan hingga pengujung tahun ini.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan konsumen sangat loyal dan sangat menyukai konsep Avanza, sehingga perusahaan akan tetap menjaga penjualan Avanza per bulan sebanyak 6.000-7.000 unit.

“Karena customer-customer yang masih sangat loyal terhadap produk kami,” kata Soerjo dalam media gathering bertajuk “A Bit Closer with Toyota Team Indonesia” di GIIAS 2018, Tangerang, Senin, 6 Agustus 2018.

Dia menambahkan, saat ini, komposisi konsumen fleet kendaraan serbaguna Avanza sekitar 20 persen. Sedangkan sisanya adalah konsumen retail.

Perusahaan dalam jangka delapan bulan atau sampai acara Indonesia International Motor Show 2019 akan mengeluarkan produk baru. Namun Soerjo enggan memberitahukan produk yang akan diluncurkan.

Dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ke dealer atau wholesale Avanza sebanyak 39.455 unit atau lebih rendah 23.160 unit dibandingkan dengan wholesale pada periode yang sama tahun lalu, yakni 62.615 unit.

Pencapaian penjualan ke dealer Avanza pada enam bulan pertama tahun ini membuat pangsa pasarnya mencapai sekitar 30 persen dari total wholesale low multi-purpose vehicle (LMPV) pada semester pertama tahun ini, 133.070 unit.

Gaikindo Bilang Hati-hati Soal Kebijakan DP 0 Persen

Gaikindo Bilang Hati-hati Soal Kebijakan DP 0 Persen

Toyota Bali – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) mengaku melihat rencana penerbitan aturan revisi Otoritas Jasa Keuangan, POJK No. 29/POJK.05/2014 mengenai penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan. Salah satunya mengenai penerapan down payment (DP) nol persen untuk pembelian kendaraan bermotor, sebagai sesuatu yang patut diwaspadai.

Johannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, mengatakan, sampai saat ini belum ada persyaratan jelas terkait perusahaan pembiayaan mana saja yang boleh memanfaatkan kebijakan ini ( DP 0 persen). Penelusuran masih dilakukan oleh pihak Gaikindo, terkait rencana penerbitan regulasi baru ini.

“Sampai sekarang, saya belum tahu. Kalau itu hanya salah satu syaratnya saja (yang menyebutkan nilai Non Performance Finance/NPF, maksimal 1 persen), masih ada yang lain, sekarang masih kita coba telusuri,” kata pria yang akrab dipanggil Pak Yo kepada Kompas.com di Makassar, Selasa (21/8/2018).

Tetapi, Pak Yo melanjutkan, dengan DP 0 persen, para pebisnis otomotif wajib lebih hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan kredit ke konsumen. Penyaringan wajib dilakukan lebih ketat, sehingga bisa meminimalisir risiko gagal kredit.

“Pasti bakal merangsang industri, tetapi harus hati-hati, terutama di segmen kendaraan komersial. Mereka ini, kredit di sini, dipakai di mana. Masing-masing perusahaan harus punya benteng sendiri untuk menjaga arus kredit tetap lancar,” ucap Pak Yo.

Sebelumnya, Stanley Setia Atmadja, Direktur Utama MUF berpendapat serupa dengan Gaikindo. “Bagi perusahaan multi finance tergantung dari kemampuan apakah operasionalnya bisa menangani uang muka rendah atau tidak,” ujar Stanley.

Stanley menambahkan, jika sudah diterapkan maka sudah pasti akan lebih banyak tantangannya. Sebab, dengan uang muka nol persen berarti kemampuan under writing dan collection team harus lebih disiapkan lagi. “Karena pastinya akan lebih banyak aplikasi yang masuk, tanpa harus membayar uang muka,” ucap dia.

Sumber: 

Toyota Bicara Soal Mobil Baru Kursi Tiga Baris, Avanza Terbaru?

Toyota Bicara Soal Mobil Baru Kursi Tiga Baris, Avanza Terbaru?

Toyota Bali –  Kolaborasi Toyota dan Daihatsu tidak akan berhenti dengan meluncurkan Avanza-Xenia, Rush-Terios, Agya-Ayla dan Calya-Sigra yang diproduksi di pabrik Astra Daihatsu Motor di Karawang, Jawa Barat. Kedua perusahaan tersebut tengah menyiapkan produk baru yang disebut bakal mengikuti jejak sukses Avanza dan Xenia.

Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa mobil tersebut masuk ke segmen menengah ke bawah, di mana memang disiapkan merangsek segmen yang sangat diminati pasar.

“Kalau kalian tanya Avanza, sebetulnya kami sedang siapkan mobil yang belum terpikirkan atau belum pernah ada. Jadi waktu 2004 itu belum ada yang mikirin pasar Avanza, mikirinnya masih Kijang saja, tapi tiba-tiba Toyota main MPV low,” kata Soerjopranoto di Kawasan Bintaro, Tangerang, kemarin.

Menurut pria karib disapa Soerjo itu, pengembangan calon ‘bayi’ Toyota tersebut terus berjalan, dan prosesnya telah mencapai lebih dari 50 persen.


Dalam riset yang dilakukan internal Toyot dan Daihatsu, kendaraan penumpang itu akan fokus bermain di segmen SUV atau MPV dengan strategi serupa Avanza-Xenia yang memasang harga sangat menarik konsumen.

“Jadi intinya kami sedang remapping (pemetaan ulang) bagaimana pasar, seperti apa di Indonesia untuk produk baru kolaborasi sama Daihatsu,” ujar dia yang enggan membeberkan kapan produk itu mulai dijual di Indonesia.

Sementara ini, Soerjo hanya bisa memastikan mobil baru akan hadir dengan konfigurasi kursi tiga baris menyerupai Calya dan Avanza, bahkan Rush.

Untuk diingat, Astra Daihatsu Motor pernah menampilkan konsep DN Multisix di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017 yang disebut menggunakan platform baru. Penampilannya cukup mengejutkan pengunjung dengan desain revolusioner. Namun demikian, Soerjo masih tak tertarik menyinggungnya.

“Ditunggu saja, sebentar lagi. Jadi keahlian kami bukan untuk membuat produk yang sama dengan kompetitor. Keahlian kami membuat produk sesuai sama segmen. Kalau Toyota terkenal dengan quality (kualitas) dan safety (aman), nah kami akan main di situ. Daihatsu itu harganya terjangkau tapi bahkan secara volumenya itu besar,” tutup Soerjo.

 

Sumber

Toyota Rush Juga Ramai di Pasar Global

Toyota Rush Juga Ramai di Pasar Global

Toyota Bali – Tak cuma di Indonesia LSUV Toyota Rush digemari. Rush yang dibangun di Indonesia bersama Daihatsu Terios, juga ramai di pasar global. Pasalnya, Rush, salah satu produk yang banyak diekspor. Lebih dari 50 negara menjual Rush buatan Indonesia.

transmisi otomatis rush

“Ya kami ekspor Rush. Saya lupa detailnya, tapi cukup banyak negaranya. Kalau tahun lalu hanya Filipina, tahun ini lebih besar ekspornya. Negaranya lebih banyak, 53 negara,” ungkap Henry Tanoto selaku Vice President Director PT Toyota Astra Motor saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta. Destinasi itu, dijelaskan lagi, jauh lebih banyak ketimbang tujuan ekspor Rush generasi lama.

Henry menjelaskan lebih lanjut, ekspor termasuk bagian kontribusi untuk negara, selain dari sudut pandang bisnis. “Ya intensi kami selalu ingin ekspor lebih banyak. Karena itu juga kan, selain buat bisnis tapi yang terpenting kontribusi ke negara juga untuk ekspor,” ucap Henry. Tentu saja tidak sembarangan ekspor dilakukan, karena harus dilihat potensinya. Dengan perubahan yang terjadi pada Rush generasi baru, dinilai Toyota cocok untuk pasar tujuan ekspor. “Itu saya rasa pasti dorongan pertamanya, kalau tak cocok kan tak mungkin diekspor,” tegas Henry.

Dari data yang disajikan Gaikindo, tertera negara-negara tujuan ekspor Rush seperti Filipina, Brunei, Guatemala, Jamaika, Panama, Kuwait, Oman, Afrika Selatan, Arab Saudi, Qatar, Lebanon, Afrika Barat, Pakistan, Irak dan banyak lagi yang lainnya. Meski begitu, jumlahnya tiap negara berbeda dan tidak setiap negara mendapat banyak unit Rush. Pilihannya tentu dengan transmisi manual dan otomatis serta posisi kemudi yang ada di sebelah kiri untuk sejumlah negara.

Sementara totalnya, masih dari data Gaikindo, sekitar 7.946 unit Toyota Rush diekspor ke berbagai negara sejak April – Juni 2018. Dari situ, paling banyak Rush mendarat di Filipina, karena memang pasarnya sudah ada sejak Rush generasi lama. Sedang di Indonesia sendiri, total wholesale Rush memimpin segmen LSUVdengan angka 19.508 unit terhitung dari Januari sampai Juni 2018. Desain baru nan segar, mesin baru dan fitur-fitur baru menjadikannya banyak dilirik masyarakat Indonesia dan tujuan ekspor barunya.

Toyota Home Service Auto2000 Tambah Armada Pakai Fortuner

Toyota Home Service Auto2000 Tambah Armada Pakai Fortuner

Toyota Bali – Tingginya animo konsumen membuat permintaan tinggi pada Auto2000 Toyota Home Service (THS). Untuk itu, Auto2000 meningkatkan pelayanan dengan menambah armada THS. Dikatakan, peningkatan permintaan pada THS kian lama kian tinggi, tanpa mengalihkan pengunjung bengkel pada umumnya. Kontribusinya terhadap Auto2000 juga semakin baik, makanya ditambah armada THS.

“Saya berharap kami bisa tambah lagi (armada) karena kami optimis dengan marketnya dan kami lihat ada marketnya, ada oportunity di Toyota Home Service ini. Sebenarnya ini sebagian sudah kami jalankan ke market, itu naik unit entry nya,” ungkap Martogi Siahaan selaku Chief Executive Auto2000 saat dijumpai di Auto2000 BSD City Astra Biz Centre, Serpong, Tangerang Selatan. Ia menambahkan, hal itu juga tidak mengakibatkan penurunan pada aktivitas di bengkel. “Salah satu untuk meningkatkan pelayanan kita adalah dengan menambah THS ini,” ujar Martogi lagi.

Total investasi sekitar Rp 21,7 miliar digelontorkan untuk menambah armada. Dari total 294 unit, THS kini menjadi 359 unit armada yang terdiri dari 332 unit Toyota Transmover, 12 unit Toyota Hilux, 8 unit sepeda motor, 5 unit THS PLD (Dyna) dan 2 THS Premium yang menggunakan mobil Fortuner. Yang paling menarik dari layanan THS, konsumen tak perlu khawatir terkena biaya tambahan karena biaya servis berkala sama dengan saat servis di bengkel resmi Auto2000. THS juga bisa melayani servis berkala 10.000 sampai 50.000 km serta layanan servis cepat atau ringan dengan durasi di bawah 2 jam.

Selain menambah armada, masih terkait dengan layanan digital, Auto2000 juga meningkatkan layanan mobile mereka melalui aplikasi Auto2000 Mobile. Cukup berbekal smartphone, pelanggan bisa mengakses berbagai layanan Auto2000. Fitur terbaru, pelanggan bisa memilih sendiri mekanik, yang diperlihatkan ketika melakukan pemesanan melalui fitur home service. Jadi kalau sudah merasa cocok dengan mekanik tertentu, bisa lebih nyaman karena bebas memilih kembali mekanik yang datang sebelumnya. Bisa juga dipilihkan otomatis oleh sistem jika tak mau repot.

Fitur baru lainnya ada layanan trade-in atau tukar tambah dan fitur Credit Stimulation di aplikasi Auto2000 Mobile. “Penambahan fitur dari aplikasi Auto2000 Mobile sejalan dengan konsep layanan baru kami yakni Auto2000 Lebih, dengan tagline ‘Urusan Toyota Lebih Mudah’. Kami paham bahwa pelanggan saat ini ingin mendapatkan layanan yang cepat, praktis, namun tetap personal serta memberikan rasa aman dan nyaman,” tutup Martogi. (Tom/Odi)

 

Sumber