Wa/Hp: 085104960994 | 085738728337. Call: 081933005114 info@auto2000denpasar.com
Puluhan Perusahaan Antre Teknologi Hybrid Toyota 

Puluhan Perusahaan Antre Teknologi Hybrid Toyota 

Auto2000 Denpasar – Setelah resmi mengumumkan untuk memberikan akses gratis terhadap paten mobil hibrida, Toyota Motor Corps (TMC) mulai kebanjiran permintaan. Hingga saat ini, TMC mengklaim ada 50 perusahaan yang ingin menggunakan paten tersebut. Wakil Presiden Eksekutif Toyota Shigeki Terashi, mengatakan, penghapusan royalti terhadap paten merupakan langkah memotong setengah dari biaya produksi komponen kendaraan listrik dan hibrida di Jepang, Amerika Serikat, dan Cina menggunakan konsep kemitraan. Sayangnya, Terashi tidak menyebutkan siapa saja perusahaan yang sudah antre menggunakan paten tersebut. “Sampai sekarang kami telah menjadi pembuat mobil tier 1, namun kami juga bermaksud untuk menjadi pemasok sistem hibrida tier dua,” ucap Terashi seperti disitat dari Reuters.com, Minggu (14/4/2019).

Dengan metode ini, Terashi menjelaskan, akan memperluas skala produksi beberapa perangkat komponen. Mulai dari unit kontrol dan motor listrik yang digunakan pada mobil hibrida bensin-listrik, plug-in hybrid, sampai mobil berbasis listrik sepenuhnya serta sel bahan bakar. Melalui penawaran kerja sama untuk memasok pembuatan suku cadang yang digunakan kendaraan hibrida, otomatis akan memangkas pengeluaran modal hingga setengahnya untuk pabrik baru. “Toyota percaya bahwa pendekatan ini akan mengurangi biaya investasi secara signifikan,” kata Terashi.

Toyota pun berambisi untuk menjual 5,5 juta kendaraan listrik pada 2030, naik 1,6 juta dari penjualan saat ini. Menurut Terashi, capaian target 5,5 juta kendaraan listrik dapat terealisasi pada 2025 mendatang.

Dengan menawarkan untuk memasok komponen kendaraan listrik ditambah pengetahuan untuk mengintegrasikan ke dalam kendaraan, Terashi mengatakan Toyota ingin mengurangi pengeluaran modal dan menciptakan sumber pendapatan baru. “Kami mengantisipasi bahwa mungkin akan ada sangat sedikit pembuat mobil yang menggunakan paten kami untuk mengembangkan hibrida mereka sendiri dari awal, jadi dengan menggunakan sistem dan komponen kami, dan menawarkan dukungan kami, kami dapat bekerja sama untuk mengembangkan mobil-mobil ini,” kata Terashi.

Enam Usulan Sokongan Pemerintah untuk LCEV

Enam Usulan Sokongan Pemerintah untuk LCEV

Auto2000 Denpasar – Riset dan Penelitian Komprehensif atas Kendaraan Bertenaga Listrik (Electrified Vehicle Comprehensive Research and Study) oleh enam universitas negeri di Indonesia, berakhir. Penelitian ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Enam universitas negeri di Indonesia, yakni ITB, ITS, UGM, UI, UNUD, dan UNS. Selama beberapa bulan terakhir, para peneliti dari enam universitas tersebut membedah 18 unit mobil listrik dan konvensional yang disediakan Toyota Indonesia sebagai bahan penyusunan road map industri otomotif Indonesia, seperti Toyota Prius, Toyota Prius Plug-in Hybrid, dan Corolla Altis. Lima kategori penelitian yang dilakukan meliputi Karakteristik Teknik, Kenyamanan Pengguna, Keekonomian, Peraturan dan Kebijakan, serta Tahap Pengembangan Teknologi. “Hasil studi ini akan menjadi masukan yang sangat berharga dalam penyusunan cost benefit analysis program Low Carbon Emission Vehicle ( LCEV) maupun harmonisasi PPnBM yang saat ini sedang kita finalisasi bersama Kementerian Keuangan dan kementerian lain terkait,” ucap Harjanto, Dirjen Industri Logam Mesin Elektronik dan Alat Transportasi (ILMTA) Kementerian Perindustrian di Kampus Universitas Udayana, Denpasar, Selasa (23/4/2019).

Enam usulan insentif yang berhasil dirumuskan penelitian ini, adalah: 1. Dukungan insentif fiskal berupa Tax Holiday/ Mini Tax Holiday untuk Industri Komponen Utama: Industri Baterai, Industri Motor Listrik (Magnet dan Kumparan Motor) melalui PMK Nomor 35 tahun 2018 yang direvisi menjadi PMK Nomor 150 tahun 2018 dan dukungan Tax Allowance bagi investasi baru maupun perluasan; 2. Usulan Income tax deductions sampai dengan 300 persen untuk industri yang melakukan aktivitas riset dan pengembangan dan pelatihan; 3. Usulan Harmonisasi PPnBM melalui revisi PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang PPnBM Kendaraan Bermotor; 4. Mempercepat penerapan standar teknis terkait LCEV; 5. Usulan pengaturan khusus terkait Bea Masuk dan Perpajakan lainnya termasuk Pajak Daerah untuk mempercepat industri kendaraan listrik (Electrified Vehicle) di Indonesia; serta 6. Ekstensifikasi pasar ekspor baru melalui negosiasi kerjasama PTA (Preferential Tariff Agrement) dengan negara yang memiliki demand tinggi untuk kendaraan bermotor.

Dua Kesimpulan Selain itu, ada dua kesimpulan utama yang diambil para peneliti setelah menyelesaikan lima kategori penelitian tersebut. Pertama, jenis mobil listrik kombinasi berbagai teknologi, seperti hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan battery electric vehicle (BEV) direkomendasikan untuk dikembangkan di Indonesia dengan melihat aspek kelestarian lingkungan. Namun, para peneliti mengingatkan sejumlah tantangan yang harus diantisipasi dalam menciptakan permintaan pasar, seperti infrastruktur, biaya produksi, kenyamanan pengendara, kesiapan industri dan lain sebagainya. Kedua, pemerintah perlu menyusun peta jalan pengembangan kendaraan elektrifikasi dan membentuk gugus tugas untuk menetapkan target sekaligus rencana aksi guna menyelesaikan beragam tantangan itu terutama dari dengan insentif fiskal dan non fiskal.

Tampilan Agresif Toyota Camry Hybrid

Tampilan Agresif Toyota Camry Hybrid

Toyota resmi merilis generasi Camry kedelapan di Indonesia pada awal 2019 lalu. Tidak bisa dipungkiri, secara tampilan memang tampang dari sedan yang masuk dalam kategori kelas premium ini jauh lebih atraktif dari generasi Camry sebelumnya. Visual depan Camry dibuat lebih sporty dengan konsep meruncing. Desain striking grille yang diusung Toyota, dikolaborasikan dengan kap mesin memanjang serta lampu utama yang sedikit tipis menyatu dengan daytime running light (DRL), terbukti ampuh menghadirkan suasana baru, apalagi ditambah model bumper lebar yang menegaskan kesan agresifnya. Meski terlihat slim dan sleek, namun pada Camry Hybrid yang Kompas.com sempat jajal beberapa waktu lalu, terlihat masih ada kesan elegan berkat sentuhan ornamen krom. Tidak kalah dengan bagian depan, sektor samping pun dibuat lebih berkarakter dengan garis-garis yang lebih tegas, sementara lampu belakang untuk Camry Hybrid dibuat lebih tipis yang mengadopsi LED rear combination lamp.

Penempatan DRL dan sajian lampu belakang menjadi hal dasar yang membedakan antara Camry Hybrid dengan tipe di bawahnya. Sementara untuk lebih tegas, emblem Toyota pada Camry Hybrid memiliki desain berlatar biru. Konsep baru yang dihadirkan pada Camry tak lepas dari upaya Toyota untuk merangkul konsumen yang lebih luas. Dengan modal tampang yang lebih segar, Camry pun ditargetkan bisa menyasar konsumen eksekutif dengan usia yang lebih muda antara 30 sampai 35 tahun ke atas.

Tampilan tajam yang diciptakan pada Camry Hybrid ini tak lepas dari peran platform Toyota New Global Architecture (TNGA) yang sebelumnya digunakan pada CH-R. Platform ini dijadikan Toyota untuk menghadirkan beragam kelebihan pada jajaran produknya, mulai dari sektor stabilitas, kelincahan, sampai sisi visibilitas. Menariknya, meski Camry terbaru memiliki dimensi yang lebih besar dengan ukuran lebar hingga 1.840 mm, namun pusat gravitasinya dibuat rendah. Kondisi ini membuat proposisi tampilannya terlihat lebih proposional, apalagi untuk yang Hybrid sudah mengusung dimensi pelek yang lebih lebar, yakni 18 inci dengan ukuran ban 235/45. Dengan dimensi yang sedikit lebih besar tersebut, ternyata juga tak berdampak pada sensasi berkendara yang dimilikinya.

Ketika mengendarinya di kepadatan lalu lintas tol dalam kota beberapa waktu lalu, Camry Hybrid masih cukup lincah menyalip beberapa kendaraan lain, bahkan putaran mesinnya pun cukup responsif yang membuat Camry selalu siap memberikan tenaga ketika diajak berakselerasi. Kenyamanan lain yang ditawarkan tentu juga dari pembaruan pada sektor interior, mulai dari jok, fitur, dan hal lainnya yang akan dibahas pada artikel berikutnya. Intinya, dengan banderol harga sebesar Rp 809,4 juta untuk model Hybrid, konsumen akan dimanjakan mulai dari sisi tampilan, kenyamanan, serta performa yang dihadirkan pada generasi terbaru Camry ini. 

Sumber: Kompas

Toyota Avanza Baru Inden Sampai 2 Bulan

Toyota Avanza Baru Inden Sampai 2 Bulan

Masa inden Toyota Avanza model terbaru mencapai dua bulan untuk sampai ke rumah.

Chief Executive Officer Auto2000 Martogi Siahaan mengatakan periode inden hingga dua bulan berlaku untuk Avanza tipe G dan Veloz dengan mesin 1.500 bertransmisi manual dan otomatis.

“Yang bisa saya sampaikan adalah kalau beli Avanza sekarang tidak bisa dapat ready,” kata Chief Executive Officer Auto2000 Martogi Siahaan di Jakarta, Kamis (14/2).


Menurut Martogi antusiasme konsumen pada Avanza baru cukup tinggi, kendati ia tidak bisa menyebutkan angka inden Avanza sampai kini sejak diluncurkan pada 15 Januari 2019.

Lihat juga: Harga toyota avanza 2019 bali


“Berapa tipe tertentu kami bisa satu setengah bulan. Dan ada yang dua bulan tergantung warna dan tipe. SPK (surat pemesanan kendaraan) saya tidak terlalu detail,” ucapnya.

Dealer resmi Toyota, Auto2000 berhasil menjual 11.100 unit pada Januari 2019. Dari angka tersebut, penjualan Avanza model baru dan lama mencapai 2.450 unit. Selain Avanza, Kijang Innova dan Rush juga memberi kontribusi cukup baik di awal tahun ini.

Harga Toyota Avanza 2019 dijual Rp188,6 juta sampai Rp239,45 juta otr jakarta.

Lihat Juga: Spesifikasi Toyota Veloz

Toyota Indonesia Boyong Corolla Hatchback tahun 2019?

Toyota Indonesia Boyong Corolla Hatchback tahun 2019?

Toyota telah merilis mobil varian Corolla terbarunya pada Maret 2018. Berbeda dari model-model sebelumnya, kali ini Toyota merilis Corolla tak berbuntut alias model wagon. Di Indonesia pun, Corolla yang ditawarkan bentuknya sedan.

Mobil disapa Corolla Hatchback ini pertama kali di Negeri Paman Sam dengan nama Corolla iM. Lantas apakah Toyota bakal memboyong mobil tersebut juga ke Indonesia?

“Bagus ya? Saya lihat di SEMA itu ada 6 dibawa. Ya ditunggu aja undangannya (Corolla hatchback dibawa ke Indonesia),” ungkap Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto dalam sebuah kesempatan di kawasan Thamrin, Jakarta.

Dalam situs resmi Toyota yang dilihat detikOto, Minggu (25/3/2018), CorollaHathcback disebut memiliki ukuran lebih panjang 1,5 inchi, jarak sumbu roda 103,9 inchi, lebih lebar 1,2 inchi, dan lebih rendah 1 inchi.

Corolla Hatchback yang kalau di Eropa disebut Auris kini menggunakan platform Toyota New Global Architechture (TNGA). Kabin mobil sekarang lebih kedap berkat lapisan tambahan yang lebih rapat di bagian bodi.

Kabin juga memiliki tempat penyimpanan yang lebih luas termasuk konsol tengah yang cukup untuk menaruh ponsel memiliki layar berukuran 5,5 inchi.

Bicara soal mesin, Toyota menggantinya dengan mesin berkapasitas 2.0 L menggantikan mesin lama 1.8 L. Mesin berinjeksi langsung ini lebih ringan dan kecil daripada Corolla iM. Mesin itu membuat getaran lebih rendah.

Tapi Toyota belum membocorkan berapa besar tenaga Corolla Hatchback ini. Yang pasti lebih besar dari 137 daya kuda dan torsi 170 Nm seperti di mesin 1.8 L.

Sebagai standar fitur keamanan dari Toyota Safety Sense generasi kedua disematkan beruoa Lane Departure Warning, Automatic High-Beam, Lane Tracing Assist, dan Pre-Collision System dengan pendeteksi pejalan kaki.

7 airbag juga tak ketinggalan sebagai fitur standar beserta dengan kamera belakang. Layar hiburan mengusung layar sentuh berukuran 8 inchi yang sudah terintegrasi dengan Apple CarPlay dan sound system 6 speaker.